Perhitungan Power Mesin dan Power Motor

1. PENDAHULUAN

  1. Tujuan umum,Mahasiswa dapat mengetahui perhitungan di sekitar proses milling
  2. Tujuan khususMahasiswa dapat menghitung power mesin dan power motor dengan system face cutting.

2. PEMBAHASAN.

  1. Perhitungan power pada umumnya,
    P = W/t dalam watt (J/s).
    Dengan,
    P = Power, watt
    W = Usaha, J

    Perhitungan dari usaha, W

    W= F x s, dalam Nm = J

    Dengan,

    W = Usaha, Nm

    F = Gaya, N

    s = Jarak, m

    t = Waktu, s

    karena W= F x s,

    sehingga P = ( F x s)/ t , dalam watt (J/s)

    Perhitungan kecepatan

    v = s/t, dalam m/s,

    Sehingga P = F x v , dalam watt.

  2. Perhitungan efficiency
    η = Pout/Pin, dalam %
    dengan,
    ŋ = Efficiency, %
    Pout = power keluar, kW
    Pin = power masuk, kW
  3. Perhitungan power motor pada mesin milling
    Pmot= (Zie x b x hm1-z x ks1.1 x v)/(η x 6120), dalam kW
    Dengan,
    Pmot = Power motor, kW.
    Zie = jumlah gigi yang memotong pada benda kerja pada waktu yang sama.

    Perhitungan jumlah Zie

    Zie = (z x φs)/360o , dalam jumlah.

    Dengan,

    z = jumlah gigi pada cutter, jumlah

    s = besarnya sudut dari cutter bersentuhan / bersinggungan dengan benda kerja, derajat.

    b = tinggi cutter yang bersinggungan dengan benda kerja, mm.

    perhitungan besarnya b

    b= a/sin⁡K , dalam mm.

    dengan,

    a = kedalaman pemakanan/ depth of cut, mm.

    K = besarnya sudut potong pada cutter, derajad.

    Besarnya sudut pemotongan biasanya 60o, 75o, dan 90o, sehingga:

    Sin 60o = 0,866

    Sin 75o = 0,97

    Sin 90o = 1

    hm1-Z = tebal chip rata-rata terhadap jenis dari material.
    Terdiri dari:
    hm = tebal chip rata-rata, dalam mm.

    perhitungan besarnya hm

    hm=114,6o/φs x sz x sin K x e/Ds, dalam mm.

    dengan,

    1 rad = 57,3o

    sz = besarnya feeding setiap giginya, dalam mm

    Perhitungan sz:

    sz= s/(Z x n) , dalam mm,

    Dengan,

    s = feeding, mm/min.

    Z = jumlah gigi cutter.

    n = putaran cutter, rpm

    e = lebar benda kerja, mm.

    Ds = diameter cutter, mm.

    1-Z = Specific cutting exponent, tergantung dari specific force (ks1.1).

    Berdasarkan Tabel 1 pada lampiran 3.

    Catatan:

    Besarnya hm1-Z bisa di dapat dari perhitungan atau dari Tabel 2 pada lampiran 4.

    Ks 1.1 = specific cutting force, tergantung dari jenis material. Berdasarkan table 1 pada lampiran 3

    v = kecepatan potong, dalam m/min.

    ŋ = Efficiency mesin, dalam %

    besarnya efficiency yang sering dipakai ŋ= 0,7 (70%).

3. KESIMPULAN

  1. NILAI POWER YANG KELUAR LEBIH KECIL DARI POWER YANG DIBUTUHKAN.
  2. Kondisi mesin yang digunakan tidak 100%
  3. Besarnya power tergantung dari:
    1. Jumlah gigi cutter,
    2. Kedalaman pemakanan,
    3. Bentuk alat potong,
    4. Jenis benda kerja dan alat potong,
    5. Besarnya kecepatan potong, putaran alat potong, dan feeding.

One response

12 09 2009
HOME « Andryanto86’s Weblog

[…] read more >>> […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: